LOMBOK, YOU’RE ADORABLE

Serial trip to Lombok

BAGIAN 3 : PULAU PINK, YOU ARE ADORABLE..

Destinasi ketiga yang akan kami datangi sesuai dengan itinerary yang sudah dibuat adalah Pantai Pink. Pantai Pink yang akan kami datangi berada di Pulau Lombok bukan yang berada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Bagi masyarakat Lombok, Pantai Pink dikenal dengan nama Pantai Tangsi. Disebut Pantai Pink karena pantainya yang putih lembut itu bercampur dengan karang merah yang telah mati sehingga pasirnya berwarna merah jambu apalagi bila tertimpa sinar matahari pagi atau sore, merah jambunya sangat kentara eksotisnya.

IMG-20180219-WA0287[1]

Suasana di Pantai Pink , warna pinknya belum terlihat jelas

Berkendara dari Mataram ke Tanjung Layar , pelabuhan untuk berlabuh ke Pulau Tangsi atau Pantai Pink menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dengan menggunakan mobil elf.

Tiba di pelabuhan Tanjung Layar ketika guide kami menghubungi nahkoda kapal yang akan mengantarkan kita ke Pantai Pink serta menemani bersnorkling-ria dan mengunjungi beberapa pulau disana, kami pun segera bersalin dengan baju renang. Tidak sabar hati kami ingin segera bermain air dan menikmati pemandangan bawah laut Pantai Pink.  Untuk informasi saja toilet di Tanjung Layar sangat terbatas itu pun tidak cukup layak. Dengan kata lain fasilitas umum di Tanjung Layar belum memadai.

Berangkatlah kami berlayar menuju pulau harapan, eh, Pantai Pink. Di perjalanan pun tak henti-hentinya semesta menyuguhkan keindahan paripurnanya. Tak habis-habis kami mengabadikan kenangan ini dengan berswafoto di spot-spot terindah di Pantai Pink dibulan Februari….tsaaaahhh.

Nahkoda mengarahkan kapal pada lintang spot snorkling dan bujur yang penting aman. Dan bersauhlah kapal ditengah-tengah laut dengan kedalaman air sekitar 5 meter. Ketinggian yang cukup aman untuk bersnorkling-ria di laut Lombok nan jernih.

Byuuuuuuuur…satu per satu kami terjun bebas kedalam air. Tapi itu hanya impian belaka, karena kami turun melalui tangga kapal. Yang langsung nyebur hanyalah ABK (anak buah kapal) saja yang akan bertindak untuk menjaga kami, bidadari-bidadari surga…aamiin.

Riak gelombang laut Lombok cukup kencang, saudara-saudara. Kadang-kadang ombak membawa kita menjauh dari kapal. Saat kita asyik melongo kedalam laut untuk menikmati karang-karang dan ikan-ikan yang beraneka ragam jenis dan warnanya, tau-tau kita sudah terlalu jauh dari rombongan dan kapal.  Oh , GoshOttokeeee , terbitlah panik dan itu yang membuat kita jadi berenang serabutan akhirnya malah ketakutan dan membahayakan diri sendiri. Trus gimana ,dong? Pengalaman aku ketika terbawa arus dan menjauh dari rombongan dan kapal, aku berusaha tidak panik dan membetulkan masker dan google yang kita kenakan. Cobalah berenang mendekati kapal dan mengikuti arus gelombang, pelan-pelan saja… (begitu katanya Kotak) sambil tetap menikmati keindahan alam bawah laut. Sayang, kan sudah jauh-jauh terbang ke Lombok tapi tidak menikmati keindahan alam bawah laut Lombok. Padahal hampir 80 persen atau lebih wisata alam Indonesia banyak dilaut, loh. Jadi aku tetap bersnorkling dengan riang dan hati gembira tidak panik dan bismillah, aku pasti bisa.

Ta ra…..pas aku lagi looking in depth of the sea , eh aku lihat kaki temanku, alhamdulillah akhirnya aku sampai juga ditengah-tengah gerombolanku. Jadi jangan panik ya, kalau lagi berenang dilaut. Kalau kamu gak kuat berenang tinggal lambaikan saja “bendera putih” tanda menyerah nanti ABK yang menjaga kita datang deh menolong kita. Tinggal ditarik baju pelampung kita sama abangnya, kita hanya mengapung telentang sampai kedekat kapal. Jadi gak usah kapok, ya….

Ternyata ada pasir timbulnya ditengah laut itu, karena lautnya masih pasang jadi tidak terlihat . Tapi kita bisa berdiri ditengah-tengahnya, loh.

IMG-20180225-WA0004[1]

Ini bukan nginjak karang, ya…

Puas kita bersnorkling-ria dan jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Saatnya untuk perut kita keroncongan. Pasukan pun memutuskan untuk bersandar di pulau Pantai Pink untuk menyantap makan siang. Sebelumnya kita sudah memesan makan siang dipulau melalui guide kami.  Sehingga ketika tiba dipulau , guide langsung mengarahkan kami ke warung makan tempat ia memesan makan siang. Makan siang kami berupa udang goreng, ikan bakar dan gulai kepiting ditambah sebakul nasi panas mengepul dan tak lupa sambal pedas membara yang menggoda. Untuk minuman tidak termasuk jadi kami memesan sendiri. Tidak afdol rasanya pabila bersantai di pulau rayuan kelapa tanpa minum air kelapa nan segar. Air kelapa dan daging buahnya itu memang paling sesuai sebagai minuman isotonik alami. Setelah lelah berenang-renang di ombang-ambing oleh ketidakpastian….eh, jadi curhat.  Air kelapa sangat bagus untuk memulihkan stamina kita yang terkuras ketika berenang dilaut tadi pun mungkin ada yang terminum air laut yang asin pahit itu karena air kelapa sangat menyegarkan.

20180218_131046[1]

lunch was all seafood

Perut kenyang mata mengantuk. Aiiih…itu kebiasaan lama. Masa di Jakarta sudah seperti itu setiap siang di Pantai Pink seperti itu juga? Aduuuh, tidaaaak.  Setelah selesai makan guide kami mengajak untuk naik bukit yang ada disekitar pulau. Namanya Bukit Tangsi -kalau tak salah-. Dan memandang dari ketinggian Bukit Tangsi, terlihatlah indahnya yang lain dari keelokan Pantai Pink. Biru laut bertemu dengan birunya langit, sungguh cantik nian.

20180218_141040[1]

Indahnya Pantai Pink dari atas Bukit Tangsi

Menjelejahi Bukit Tangsi mungkin hanya memakan waktu 15-20 menit saja. Tapi tempat ini sangat IG-able atau instragramable. Setiap sudut adalah keindahan semesta raya lukisan Yang Maha Agung. Walau terik panas menyengat serasa matahari tepat diatas kepala kami, tapi tidak menyurutkan kami untuk berfoto-foto selfie. 

20180218_145151[1]

Salah satu foto di atas Bukit

Guide kami harus memanggil-manggil gerombolan kami yang terpencar-pencar karena asyik mengambil swafoto kami. Padahal masih ada beberapa tempat persinggahan kami dikawasan Pantai Pink itu. Takut hari makin senja, sampai-sampai ABK kapal kami menghampiri kami satu persatu agar bergegas untuk melanjutkan petualangan kami selanjutnya.

Main air atau berenang-renang disekitaran pantai sungguh menyenangkan, apalagi ditambah dengan melakukan games kecil-kecilan yang membuat kami terpingkal-pingkal. Buatlah lomba adu cepat beberapa tim dengan berlari didalam air sambil menggendong teman. Atau main ular naga panjangnya, yang dengan isengnya orang paling depan melaju ketempat yang dalam. Atau main siram-siraman air dan yang terpenting adalah mengabadikan kenangan ini.

IMG-20180219-WA0116[1]

Main ular naga panjangnya

IMG-20180219-WA0130[1]

Swafoto sehabis berenang-renang cantik

Tujuan akhir kami di hari ketiga ini adalah Pulau Pasir. Namanya juga Pulau Pasir jadi hanya sebentuk pulau kecil dan hanya pasir putih saja selayaknya pantai tiada pepohonan. Kegiatan yang kami lakukan disini apalagi kalau bukan foto-foto cantik. Dari Pulau Pasir kita bisa lihat pulau besarnya. Inilah destinasi terakhir kami di Pulau Pantai Tangsi aka Pantai Pink dihari ketiga kami di Lombok.

20180218_164407[1]

20180218_165621[1]

berfoto dengan bintang laut

Itulah keseruan kami di Pulau Lombok. Apakah Pulau Lombok hanya punya Pantai Pink dan desa adat saja? tentu tidak, ada banyak pantai-pantai dan tempat-tempat yang lain yang pasti lebih keceh dan seru lagi. Semisal, Gili Terawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Ada juga Pulau Kenawa, Gili Nanggu dan sebagainya.

Nggak cukup, kan hanya tiga hari di Pulau Lombok. Masih banyak destinasi lain dipulau Lombok yang harus kita jelajahi.

Yuks, berpetualang ke Lombok…….. 

Iklan

LOMBOK, I’M COMING…

SERIAL LOMBOK, PULAU NAN EKSOTIS

BAGIAN 2 : PETUALANGANKU DI TANAH LOMBOK

Apa bagusnya, sih Lombok?!?!. Nah, inilah kisah perjalananku selama trip ke Lombok. Semoga bisa menjadi masukkan apabila manteman mau menjelajahi alam Lombok nan kaya view sightseeing dan penuh dengan kejutan-kejutan yang mendebarkan.

DESA ADAT LOMBOK

DESA SUKARARE

            Desa Sukarare merupakan salah satu desa adat yang masih dijaga orisinalitasnya. Dimana masyarakat Desa Sukarare bekerja sebagai penenun. Khususnya bagi kaum wanitanya sedangkan kaum lelaki berkebun dan berladang.

Perempuan Desa Sukarare sudah bisa menenun diusia belia sekitar umur 15-17 tahun. Ini menjadi syarat penting karena pada usia itu perempuan Desa Sukarare sudah bisa menikah dan memang apabila lewat usia 20 tahun belum menikah dan belum bisa menenun bisa disebut perawan tua. (apa jadinya wanita yang hidup dikota-kota besar,ya?

20180217_100400[1]

Bergaya didepan kain Lombok hasil tenunan Desa Sukarare

Tenunan khas Lombok berbentuk garis-garis, geometris penuh dengan warna-warni. Beberapa ada yang bermotif hewan seperti cicak dan juga bermotif bunga-bunga. Harganya pun cukup mahal berkisar rp. 750.000-sampai dengan jutaan. Wajar harganya mencapai segitu karena pembuatannya memakan waktu yang lama bisa mencapai satu-dua bulan, alat yang digunakan pun masih tradisional dan juga bahan-bahan yang digunakan untuk benangnya menggunakan bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

DESA SADE

            Selain Desa Sukarare sebagai desa adat , adapula Desa Sade namanya. Desa Sade tidak begitu jauh tempatnya dari Desa Sukarare namun Desa Sade lebih luas wilayahnya,  masih kelihatan tradisional dengan bangunan rumah yang masih alami dan tua. Penduduk Desa Sade juga bekerja sebagai petani dan perempuannya menenun.

20180217_105523[1]

Gapura pintu masuk Desa Sade

BERSIHKAN RUMAH DENGAN KOTORAN SAPI ATAU KERBAU

Ada keunikan tersendiri pada Desa Adat Sade ini berhubungan dengan rumah tinggal mereka. Dari informasi guide kami, Pak Taslim, bahwa rumah-rumah di Desa Sade menggunakan kotoran sapi atau kerbau yang masih segar untuk membersihkan rumahnya. Faedahnya melakukan hal ini agar tidak ada binatang atau serangga yang masuk kerumah mereka. Pak Taslim bilang bahwa mereka tidak pernah digigit nyamuk sekalipun. Wow….keren sekali, tapi itu membuat saya dan teman-teman merasa jijik, loh Pak… : ) .

Yang uniknya lagi , rumah-rumah mereka tidak meninggalkan aroma khas buangan sapi atau kerbau, loh, lingkungannya sangat bersih dan tertata rapi khas penduduk Desa Sade.

20180217_111008[1]

Ini, loh…Rumah Adat Suku Sade yang dibersihkannya dengan kotoran sapi atau kerbau yang masih “fresh form the oven”.

ANAK GADIS DIMALING ORANG

Masih dengan keunikan dari Desa Adat Sade, ada istilah yang berkembang dalam penduduk Desa Adat Sade berkenaan dengan masalah cinta…..tsaaaah…

Apabila dua insan yang berlainan jenis saling jatuh cinta dan telah lama menjalin hubungan asmara maka pasti dong, kita ingin segera memproklamirkan asmara kita kehubungan yang lebih jauh yaitu pernikahan. Pada tradisi penduduk Desa Adat Sade orang tua perempuan akan sangat tidak setuju dan sedih apabila anak gadisnya diambil orang. Akhirnya kedua insan nan dimabuk cinta ini bersepakat untuk kawin lari, sehingga mau tak mau orang tua harus merestui pernikahan mereka. Sehingga istilah “anak gadis dimaling orang terjadi dari legenda itu dan masih berlangsung hingga kini.

IMG-20180219-WA0179[1]

Pohon mati tanda cinta kasih kita. Disinilah kita berjanji untuk bertemu.

PANTAI KUTA MANDALIKA

Kalau mendengar kata pantai kuta , pasti bayangannya langsung Pantai Kuta Bali padahal ada juga loh, pantai kuta di Lombok lengkapnya Pantai Kuta Mandalika.

Walau tak seramai di Pantai Kuta Bali, tapi keindahannya enggak kalah kerennya. Pesona pantainya sungguh menakjubkan dengan jejeran bukit disebelah kanan-kiri pantainya. Pemandangan pantai dan laut memang enggak pernah mengecewakan untuk berfoto bersama atau swafoto. Apalagi kalau cuacanya cerah dan langit berwarna biru cemerlang ditambah dengan awan putih berarak-arak, sangat instagramable banget.

20180217_133656[1]

Berpose di Mandalika Kuta Lombok

Dipantai ini banyak perempuan penjaja kain-kain dan t-shirt khas Lombok. Harganya berkisar antara rp. 30.000-150.000. Kalau kalian pintar menawar kain atau sarung motif khas Lombok dengan harga rp. 100.000 bisa dapat 3 buah. Atau T-shirt motif gambar-gambar khas Lombok dengan harga rp. 100.000 bisa dapat 4 buah.

            Setelah puas kami bermain-main diputihnya pasir Pantai Kuta Mandalika dan berfoto-foto, kamipun beranjak untuk bersantap makan siang. Oh, ya, ngomong-ngomong soal makan, di Pantai Kuta Mandalika agak susah untuk cari tempat makan yang suitable walaupun ada banyak warung makan berjajar karena kebanyakan warung makan atau restorannya tutup. Alhamdulillah, setelah berjalan cukup jauh, kami menemukan warung makan lumayan representative untuk mengganjal perut kami yang sudah keroncongan.

PANTAI TANJUNG AAN DAN BUKIT MERESE

IMG-20180220-WA0280[1]

pose cantik berayun-ayun di Pantai Tanjung Aan

            Perjalanan kami teruskan kearah Pantai Tanjung Aan , lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Kuta Mandalika dan memang kata bapak guidenya lebih baik datang ke pantai Tanjung Aan pada waktu menjelang sore hari, biar bisa melihat matahari terbenam.

Dan, bukan omong kosong belaka, pemandangan Pantai Tanjung Aan memang spektakular apalagi ditambah dengan sunset di Pantai Tanjung Aan. Walau cuaca agak mendung dan sebentar-sebentar hujan mendera kami tapi tidak menyurutkan niat kami untuk melihat sunset di Pantai Tanjung Aan atau Bukit Merese.

Di Pantai Tanjung Aan kami bermain air saja dan tidak lupa foto-foto selfie mengabadikan pemandangan alam dan kenangan kami. Kalau ribet untuk foto-foto sendiri ada loh, jasa tukang foto ala-ala. Mereka adalah bocah-bocah penjual aksesoris khas Lombok. Mereka akan menjajakan dagangannya, nanti kalau kita enggak mau beli mereka akan menawarkan jasanya untuk memfotokan kita dengan kamera handphone kita. Jangan takut diambil, ya. Alhamdulillah, mereka baik-baik dan jujur-jujur kok. Salah satu tukang potret kami bernama Ridwan Malik. Bocah ini masih duduk dibangku sekolah dasar. Walau masih kecil dengan perawakan yang mungil pula tak segan-segan ia berjualan dan bekerja mencari nafkah dari para wisatawan. Seharian itu dia menemani kami untuk jadi tukang potret kami sambil menelusuri pemandangan Tanjung Aan dan Bukit Merese dan memberikan ide-ide yang keren untuk spot foto kami.

Setelah puas kami bermain-main dan foto-foto di Tanjung Aan, tibalah saatnya kami akan ke Bukit Merese, lokasinya tidak jauh dari Tanjung Aan karena memang Tanjung Aan dan Bukit Merese masih satu kawasan. Kami berkendara hanya kira-kira 10 menit saja dari Pantai Tanjung Aan.

 

Dengan tujuan untuk melihat sunset dari atas Bukit Merese. Enggak akan pernah menyesal menjajaki kaki di Bukit Merese. Salah satu pemandangan spektakular yang pernah aku lihat. Panorama keindahan pantai, laut, awan, langit, gunung dan bukit berbaur menjadi satu, menyatu bersinergi menghasilkan pemandangan yang menakjubkan dan sungguh memanjakan mata.

 

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”  QS: 55:13

Inilah salah-satu ayat Alquran , yang menunjukkan keagungan dan kebesaran Tuhan. Bagaimana kita sebagai makhluk-Nya bersyukur dan menjaga ciptaan-Nya yang sungguh tiada celanya.

Menjelajahi setiap jengkalnya, memandangi detail-detail keindahannya dan mengagumi ciptaan Yang Maha Agung.

Berhubung cuaca agak mendung , langit biru tertutup oleh awan kelabu. Hujan pun sesekali singgah walau tak terlalu deras. Sehingga kami masih bisa berlama-lama menetap di atas bukit Merese mengabadikan pengalaman dan kenangan kami dibantu oleh jasa fotografer dadakan.

20180217_180208[1]

Pose menanti sunset kelabu

Walau tak bertemu dengan matahari terbenam yang sempurna tapi kami cukup puas dengan seberkas sinar-sinar redup dibatas horizon laut Lombok yang menakjubkan.

Inilah sekelumit kisah petualanganku bersama sahabat-sahabatku menjelajahi alam Nusantara yang kaya dan penuh dengan kejutan-kejutan yang mempesona.

Mungkin, kamu mau berpetualang bersamaku?…

 

LOMBOK, WITH LOVE…

Tim Ceria To Lombok

 Emak-emak bahagia goes to Lombok

Serial Trip To Lombok

BAGIAN 1 : PERSIAPAN TRIP TO LOMBOK

Rehat sejenak dari kepenatan aktifitas ibukota, menemukan tempat yang bisa membuat hati ceria, mata cemerlang dan senyum yang sangaaat lebar. Yap, inilah ceritaku bersama sepuluh orang teman menjelajahi pulau “cabai” alias Pulau Lombok. Menjelajahi indahnya panorama alam Nusa Tenggara Barat nan eksotis dan penuh selaksa makna.

Rencana jalan-jalan ini awalnya hanya selentingan dari salah satu anggota grup chat whatsapp yang ingin piknik keluar kota. Banyak banget ide bermunculan dari hampir setengah anggota grup. Ada yang mengusulkan trip ke Bangka-Belitung, Bali, Malang, Pahawang, Medan, Aceh dan Lombok. Dengan pengumpulan suara terbanyak akhirnya terpilihlah pulau “cabai” ini untuk dijelajahi.

Tok Tok Tok…. Palu sudah diketok, hasil akhir sudah ditentukan kita memutuskan untuk travelling ke Pulau Lombok. Mau tahu bagaimana prosesnya, check it out!!!

TIKET PESAWAT

JADWAL PENERBANGAN

Dari Sejumlah anggota grup chat whatsapp, ternyata yang memastikan dan dipastikan ikut hanya delapan orang saja. Sekarang waktunya pembelian tiket pesawat. Tahu enggak, sih ! kita belinya hampir enam bulan sebelum keberangkatan, loh !.

Dari semenjak kita mengusung trip “To Lombok”, kita sudah bersiap untuk mencari tiket pesawat murah alias yang ada promonya. Mba Fath, sebagai pencetus jalan-jalan ini, berinisiatif untuk mencarikan kami tiket pesawat.

Melalui aplikasi tiket, akhirnya Mba Fath menemukan jadwal penerbangan yang cukup representatif disesuaikan dengan hari cuti kerja kami semua. Kita sepakat untuk pergi pada bulan Februari tahun depan sesudah hari libur Tahun Baru Imlek, dan karena adanya promo dari Citilink, harga yang termurah dari semua maskapai penerbangan pada jam penerbangan tersebut. Pesawat kami terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah jam 05.45 WIB.

Alhamdulillah, lebih dekat dari rumah ketimbang harus melalui Bandara Soetta! Jadi enggak perlu panik pergi pagi karena jarak tempuh rumah ke Bandara Halim Perdanakusumah kurang lebih 15-20 menit pada subuh hari.

PEMESANAN TIKET PESAWAT

Setelah deal dengan jam keberangkatan, hari dan maskapai penerbangan. Tibalah saatnya Mba Fath meminta identitas kami by chat Whatsapp (kami buat grup baru agar tidak mengganggu anggota yang lain yang tidak ikut). Sembari Menyerahkan identitas kepada Mb Fath, aku menawarkan kepada adikku, apakah dia ingin join trip ke Lombok ini.

Gayung bersambut, ia menanggapi positif ajakan ini, seketika saja aku langsung menyerahkan identitas diriku dan adik kepada Mba Fath. Dan ternyata temanku yang lain juga mengajak suaminya untuk ikut piknik ke Lombok sehingga anggota yang ikut ke Lombok menjadi sepuluh orang.

ITINERARY DAN HARGA TRIP

Urusan pertiketan sudah selesai, sekarang waktunya memikirkan bagaimana dan menggunakan travel apa ketika kami berada disana. Banyak masukkan yang berseliweran di chat kami. Sampai bingung kami memilihnya (karena kepalanya ada sepuluh) ….. 🙂

Solusi muncul dari chat Mba Mer yang bercerita bahwa dia punya teman yang biasa EO (Event Organizer) untuk trip-trip seperti ini. Sehingga teman Mb Mer diundang dalam grup chat to Lombok untuk mempermudah kordinasi dan komunikasi. Ibu EO yang ramah dan baik hati memberikan itinerary dan harga per pax selama kita disana yang cukup memadai.

Berikut itinerary dan harga trip :

ITINERARY Lombok 3hari2malam

Price : 1jt/pax

HARI 1

09.00-10.00 jemput di bandara dan lunch

11.00-18.00 desa sasak sade,desa tenun sukarare,pantai tanjung aan,bukit merese, seger dan pantai mawun

19.00 dinner

HARI 2

08.00 : Penjemputan hotel,otw Pantai Pink dan 4 Gili ,1 bukit

10.00 – 17.00 : explore Pantai Pink dan 4 gili plus

17.00-18.00 : Perjalanan pulang plus makan malam

Hari 3 :

08.00-09.00 : Perjalanan ke Pura lingsar

09.00- 10.00 : Pura Lingsar

10.00-11.00 : perjalanan ke senggigi

11.00-13.00 : explore senggigi,batu layar

13.00-14.00 Villa hantu

14.00- 18.00 Bukit malimbu, sunset Malimbu

18.00-20.00 : makan malam plus oleh2

Hari 4

07.00 : Drop bandara

INCLUDE

Transport, homestay 2 malam, tiket masuk wisata, boat Pantai Pink, driver guide ramah dan pengalaman, camera underwater

EXCLUDE

Tiket Pesawat, makan pagi,siang,malam selam trip, alat snorkling Pantai Pink

NOTE

Itinerary bisa dirubah sesuai request (cost berubah)Hotel bisa diganti sesuai request (cost berubah)Cost tidak berlaku untuk peak season atau long weekend.

KEUANGAN JALAN-JALAN

BAYAR TIKET

Urusan tiket , urusan itinerary dan harga trip selesai , sekarang waktunya bayar-membayar. Dikarenakan tanggal keberangkatan kami masih enam bulan lagi, maka kami masih bisa menyicil pembayaran tiket dan biaya trip selama disana (akomodasi, transportasi dan tiket wisata).

Untuk tiket pesawat yang sudah dikoordinasi oleh Mb Fath, kami semua menyicil dengan jangka waktu tiga bulan. Benar-benar meringankan, kan…. ”Orang lurus dimudahkan urusannya”…heheheheh. Jadi karena aku menanggung tiket pesawat adikku juga yang artinya harus bayar double,  cicilan 3 bulan 0% dengan kartu kredit sangat cocok dengan kondisi kantong kami semua.

BAYAR TRIP

Sedangkan untuk urusan pembayaran trip kami pun boleh mengangsur juga. Jadi enggak perlu ngorek tabungan terlalu dalam. Berhubung trip yang akan kami lakukan masih berlangsung enam bulan lagi dengan kebijaksanaan Ibu EO membolehkan untuk mengangsur mendekati bulan-bulan keberangkatan. .Kami jadi bisa nabung dulu, arkian membayar dalam tempo dua bulan.

Hikmahnya merencanakan trip jauh-jauh hari kita bisa nabung dulu dan stabilitas keuangan  kita tidak terlalu terganggu. Bisa diangsur dan yang pasti ketika waktunya jalan-jalan sudah enggak punya tanggungan hutang lagi.

Salah satu hal yang pasti mengenai keuangan jalan-jalan dan yang paling fundamental adalah kita bisa menabung untuk uang saku selama ditempat wisata juga tidak lupa modal untuk beli oleh-oleh yang tidak bisa abaikan begitu saja. Kita, kan enggak enak sama orang rumah dan teman kantor kalau kita jalan-jalan asyik tapi enggak bawa buah tangan. Ini termasuk sunnah, loh. Membawakan buah tangan untuk orang-orang yang kita cintai dan sayangi itu termasuk ajaran Rasulullah. Jadi jangan sampai keluarga atau teman kita nodong-nodong untuk minta dibeliin suvenir. Kita tahu dirilah.

Intinya yang jalan-jalan berlapang dada untuk membelikan buah tangan semampunya dan yang diberi oleh-oleh tidak meminta apalagi memaksa untuk diberi oleh-oleh.

Sekarang bagaimana, sih kamu merencanakan jalan-jalan kamu? Jauh-jauh hari atau dadakan?

Dan…………Yeeaaaah, akhirnya kita bersepuluh berangkat ke Lombok…!!!! Simak yaaaa keseruan kami di Pulau Lombok selanjutnya.!

Ada bebek dipinggir sawah
Bebek jatuh terguling-guling
Para penumpang selamat berpisah
Terimakasih sudah terbang bersama Citilink.

Salam.